Untuk Abah
Tanah Rantau, 12 Januari 2011
Hujan di awal senja ini, semakin mengharu birukan hati ini ….
Untukmu,
Abah
di tempat peraduan
Setelah sepuluh tahun kau pergi, kini ….
Ananda sampaikan kepadamu …assalamu’alaikumwarahmatullah wabarakaatuh.
Abah, apa kabarmu di sana? Harapku penuh cemas, semoga engkau selalu dalam kebahagiaan, kesejahteraan dan kedamaian berada dalam kasih Nya. Setiap waktu, di atas mihrab cinta, ananda selalu titipkan salam kepada Nya untuk mu.
Abah, tiba-tiba ananda rindu padamu. Rindu akan belaian tanganmu yang kekar, genggaman tanganmu yang kokoh, senyummu yang manis di tengah keriput wajahmu. Keriput yang seolah ingin bercerita, bahwa sejarahmu begitu kelam. Namun ku lihat kau tak tampakkan itu semua di hadapanku.
Abah, terimakasih telah mendidik dan membesarkanku dengan keringat dan darahmu sebagai saksi. Ananda masih ingat, saat hujan lebat itu, kau ayuh “kuda” kebanggaanmu, membawa kabar gembira untuk kami yang menantimu di rumah yang sangat sederhana yang kau suguhkan. Subhanallah, indah sekali kenangan itu. Saat kita semua berkumpul di kamarmu. Engkau bercerita tentang banyak hal, membuat kami tertawa, padahal saat itu ananda tahu, engkau lelah.
Abah, engkau adalah simbol kesabaran, ketangguhan, kearifan, ketegasan yang mampu membuat orang-orang diluar sana malu terhadapmu. Kau ajarkan kami kesederhanaan, tapi kau yakinkan kami bahwa kita kaya oleh ‘izzah.
Abah, maafkan ananda yang lebih banyak membuat mu kesal dan marah. Ananda sangat terkesan dengan cara mu mendidik ananda. Kini, ananda mulai merasakan hikmah semua yang telah engkau ajarkan. Maafkan ananda yang tak sempat membahagiakanmu. Kenapa kau pergi terlalu cepat ? Di saat ananda masih terlalu kecil untuk memahami arti perjuangan dan pengorbanan.
Abah, ananda rindu suaramu, derap langkahmu, nasihatmu. Ananda rindu melihatmu menghadap penuh pasrah pada Nya dalam sujud-sujud panjang di sepertiga malam terakhir. Ananda ingin sekali memijat tangan dan kakimu.
Abah, semoga semua kerinduan ini, akan segera terobati oleh pertemuan kita kelak di Firdaus Nya. Amin.
Abah, sabar ya…. di sana, ananda yakin abah tidak sendiri. Amal-amal kebaikanmu akan selalu menemanimu.
Duhai Allah, ku titip abahku. Sayangi ia, berkahi ia, lapangkan dan terangi peraduannnya, ringankan hisabnya dan kumpulkan kami semua kembali di Firdaus Mu. Dan … sampaikan salam sayang dan cintaku padanya. Amiiin.
- Yang merindu mu -
Fitriah

Komentar
Posting Komentar