Nasihat Untuk Fitri (3)

Kuatlah, untuk yang kesekian kali ... 

Apa kabar mu pagi ini, Fit ? Semoga lebih baik dari kemarin. Aku tahu haru-harimu berat. Aku paham, saat ini waktu kembali membentakmu. Aku mampu merasakan, sakitnya hati saat semua harapan kembali menguap di tengah ikhtiar. Dan aku yakin, ini adalah yang kesekian kali Tuhan mengujimu, namun juga menguatkanmu.
Fit, sepahit apapun kenyataan dihadapanmu, lihatlah, mentari tetap bersinar. Pagi ini, Tuhan telah mengabarkan pesan Nya melalui alam, teruslah tersenyum. Hatimu perih, tak mengapa. Tuhan membiarkan hatimu kembali terluka. Perihnya adalah juga karena izin Nya. Bukan. Bukan karena Dia tak sayang. Bukan karena Dia tak ridho’. Ini sekali lagi, hanya soal waktu. Kau punya ingin, dan Dia punya ijin. Sekuat apapun perasaanmu pada keinginanmu, pada akhinya semua cerita perjuangan akan tunduk pada ketetapan Nya. Dia ingin melihatmu kembali luruh, merintih dan kembali jatuh di hadapan Nya. Ya, di hadapan Nya.
Air matamu kembali mengalir, maafkan. Biarkan dia mengalir, bahkan saat semakin deras. Itu juga atas ijin Nya. Maafkan peristiwa dan siapapun yang memaksamu mengalirkan kembali air matamu. Agar kau kembali belajar, bahwa air matamu begitu berharga. Pun, karena Tuhan ingin mendengar desah nama Nya pada lisan yang menahan tangis.
Fit, aku tahu bebanmu tak jua berkurang. Sesak dadamu tak juga mereda. Namun ingatlah, serumit apapun hidupmu, yang harus kau lakukan adalah menguatkan imanmu, lagi dan lagi. Jika hari ini, kebahagiaan yang kau nanti belum berpihak padamu, yakinlah tak lama lagi Tuhan datangkan kebahagiaan dengan cara Nya yang unik.
 Jangan lelah berdo’a. Jangan berhenti memohon kebaikan untuk akhiratmu setelah perjuanganmu yang melelahkan disini. Jangan lelah untuk selalu memaafkan dan mengikhlaskan. Kau tahu, di syurga sana ada satu pintu yang Tuhan peruntukan untuk orang-orang yang mengikhlaskan dan memaafkan sebesar apapun luka hatinya. Semoga ini adalah cara Tuhan menjadikanmu manusia yang memiliki hati tercantik, meski manusia tak mengetahuinya.
Sulit dan rumit yang kau rasakan, berdamailah dengan keduanya. Berakrab-akrablah dengan mereka. Agar kau tak lagi tersentak saat duniamu kembali menorehkan luka. Kau tak akan lagi menangis tanpa suara. Karena kau telah semakin yakin, bahwa Tuhan tak akan salah menitipkan luka. Dia menitipkan luka pada hati yang tabah. Dia mengalirkan air mata pada wajah yang esok akan tersenyum dengan senyuman yang lebih indah dari sebelumnya.
Fit, berilah deadline pada kesedihanmu, pada kekecewaanmu, pada kemarahanmu untuk segera disudahi. Jangan biarkan mereka terlalu lama menghancurkan hari-harimu yang indah. Terimalah mereka semua dalam kehidupanmu, dengan penerimaan yang tulus meski kau sama sekali tak mampu memahami mengapa kepahitan kembali terulang.
Kau tidak ditakdirkan untuk kalah. Meski terkadang berhenti dan mengalah adalah yang terbaik. Hari ini, jangan kau kenang jatuhnya, tetapi fokuslah untuk bagaimana bangkit dengan kekuatan yang lebih besar. Sulit, ya mungkin. Tapi ada Tuhan yang akan selalu menguatkan.
Terakhir, ingatlah lagi pesan ini Fit. Jangan berhenti meminta syurga sebagai balasan terbaik atas semua perjuanganmu yang tak mudah disini. Jangan berhenti memohon untuk dikuatkan. Disini kau tak akan lama lagi. Dukamu pun akan segera disudahi.

Tersenyumlah. []


Januari, sesaat selepas hujan 

Komentar

Postingan Populer