Lihatlah lagi !
Assalamu’alaikum
warahmatullah wabarakaatuh. Apa kabarmu wahai ukhti? Masihkah kau bersemangat
seperti dulu ? Masihkah kau simpan cita-citamu untuk mengetuk syurga Nya ?
Wahai
ukhti, usiamu kini tak lagi belia. Ragamu pun kini kian melemah. Namun ingatlah
engkau dulu disaat kau masih menggenggam cita-citamu dengan kepal kananmu. Kau
tak pedulikan panas mentari, hujan bahkan badai. Kau kokoh, sekokoh karang di
laut yang akrab dengan terpaan ombak.
Wahai
ukhti yang selalu terlihat tegar. Mengapa kini kau bahkan tak mampu menatap
tegak jalan di hadapanmu? Sudah musnahkah mimpimu? Sudah runtuhkah kekuatanmu? Sudah
lenyapkaah tekadmu?
Wahai
ukhti, mengapa kini senyummu tak lagi menawan? Gurat wajahmu tak lagi cerah. Tatap
matamu nanar. Sedalam apakah duka yang kau sembunyikan? Seberat apakah beban
yang memenuhi ruang hatimu?
Wahai
ukhti yang merindukan syahidah. Telah kau sadari dengan kesadaran penuh. Bahwa
kehidupan ini penuh dengan fitnah yang ganas. Menguji kesungguhkan iman yang
kini terus kau perjuangkan. Maka, lihatlah lagi janji Tuhanmu dalam kitab suci.
Ketangguhanmu dalam ujian dunia, Dia janjikan cita-cita syahidahmu akan
mewujud.
Wahai
ukhti yang selalu merasa tersisih. Kini waktu telah membawamu pada dimensi
kehidupan yang begitu adil kau nikmati. Maka, lihatlah lagi. Adakah semua
nikmat yang Dia limpahkan kepadamu masih membuatmu air matamu menitik deras?
Maka lihatlah lagi, sudahlah kau syukuri setiap pemberian Nya?
Wahai
ukhti yang dingin dalam kesendirian. Lihatlah dan rasakanlah lagi kebersamaan
Nya dalam setiap do’amu. Jangan kau kutuki takdir yang membuatmu merasa
kehilangan cinta manusia. Lihatlah lagi. Di setiap kemudahan di tengah himpitan
kesulitan yang kau alami, itulah tanda cinta dari Nya. Di setiap senyum yang
tersimpul di tengah gerimis hatimu, itulah belaian cinta dari Nya.
Wahai
ukhti yang kini tertunduk kalah. Lihatlah lagi. Kau kalah hanya dalam
pertarungan dunia. Bicaralah kepada imanmu dengan jujur, bahwa kau tak tertarik
sama sekali kepada kesenangan dunia. Jujurlah pada imanmu, bahwa kau mencintai
akhirat melebihi segalanya. Dan yakinlah pada kejujuran imanmu, bahwa cintamu
telah membuatmu harus merintih kepada Nya agar akhirat yang kau dambakan
semakin mendekat kepadamu.
Wahai
ukhti yang merindukan sakinah. Bersabarlah pada janji Nya. Jangan kau relakan
dirimu diperbudak oleh nafsumu dalam mengejarnya. Biarlah Dia, dengan tangan
Nya mengirimkan manusia pilihan untuk memberikan sakinah Nya ke dalam hatimu. Jagalah kesucianmu. Kesucian cinta,
hati dan iffahmu. Sucilah engkau, sebagaimana sucinya Fitri yang mengiringi
namamu. Jika hati terlanjur tertambat, serahkanlah hatimu kepada pemiliknya.
Biarlah ridho’ Nya yang menetapkan, akankah yang kau rasakan itu benar atau
tidak. Ridho’lah kepada Nya dengan setulus do’a yang kau panjatkan dalam setiap
sujudmu. Ridho’lah jika mungkin, cintamu nanti tak seindah anganmu.
Wahai
ukhti, kini lihatlah lagi ! Di kesekian jejak usiamu, masihkah kau mencemaskan
duniamu. Lihatlah jejak di masa lalu. Saat kau masih tegak lantang menantang
badai. Cobaan tak membuatmu gentar melangkah. Ingatlah, ketika tubuhmu yang
ringkih dulu pernah melewatkan rentetan peristiwa berat. Ingatlah ketangguhanmu
dulu, ketika nanti di perjalanan waktu ke depan kau jumpai lagi peristiwa yang
akan membuatmu tertunduk layu, dan rintihmu kembali mengalun di senyapnya
malam.
Lihatlah
lagi, di biru langit sana malaikat menanti senyum syahidahmu.[]

Komentar
Posting Komentar